Selasa, 25 Oktober 2011

Taylo Swift - White Horse

Say you're sorry, that face of an angel
Comes out just when you need it to
As I paced back and forth all this time
Cause I honestly believed in you

Holding on, the days drag on
Stupid girl, I should have known
I should have known

I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet
Lead her up the stairwell

This ain't Hollywood, this is a small town
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you and your white horse, to come around

Baby I was naive, got lost in your eyes
And never really had a chance
I had so many dreams about you and me
Happy endings, now I know

I'm not a princess, this ain't a fairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet
Lead her up the stairwell

This ain't Hollywood, this is a small town
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you and your white horse, to come around

And there you are on your knees
Begging for forgiveness, begging for me
Just like I always wanted but I'm so sorry

Cause I'm not your princess, this ain't a fairytale
I'm gonna find someone someday who might actually treat me well
This is a big world, that was a small town
There in my rearview mirror disappearing now

And its too late for you and your white horse
Now its too late for you and your white horse, to catch me now

Oh, whoa, whoa, whoa
Try and catch me now
Oh, it's too late to catch me now

Sabtu, 22 Oktober 2011

Sadari Tujuan Hidupmu!

   Kalau membaca dan menonton kisah anak-anak terkenal Alice in The Wonderland, ada sebuah bagian dari kisah itu yang menarik. Diceritakan Alice saat terjebak di dalam lubang kelinci dan berusaha keluar.
   Pada akhirnya, Alice bertemu dengan seekor kelinci besar dan bertanya kepadanya, "Kemana jalan     keluarnya?"
   Lantas, si kelinci itu bertanya balik, "Lha kamu mau kemana ?" 
   Alice pun menjawab, "Ya ke mana ajalah!" 
   Dengan santai si kelinci itu pun menjawab, "Kalau kamu ke mana aja, jalan mana pun sama saja bukan?" 
   Betul yang dikatakan si kelinci itu. Kalau kamu tidak tahu mengarahkan hidupmu maka berbagai jalan mana pun akan kamu pilih. Tak heran jika banyak remaja memilih jalan yang salah karena mereka tidak tahu dan tidak sadar tujuan hidup yang sesungguhnya.
   Ada sebuah pepatah dari Fitzhugh Dodson yang bagus, "Without goals and plan to reach them, you are like a ship that has set sail with no destination" (Tanpa tujuan hidup dan rencana untuk mencapainya, kamu adalah seperti kapal yang sudah berlayar, tetapi tidak punya tujuan)
   Oleh karena itu, supaya hidupmu lebih terarah dan optimal, kamu harus mengarahkan energimu untuk suatu tujuan yang jelas. Sadarilah mulai sekarang tujuanmu dan bergeraklah ke arah tujuan itu. Kalau kamu masih bingung dengan tujuanmu, cobalah lengkapi kalimat ini, "Kalau saya bisa mencapai tujuan-tujuan dan keinginanku maka hal yang paling ingin aku capai nantinya adalah...."
Sadarilah tujuan hidupmu yang sebenarnya dan disiplinkanlah dirimu untuk melakukan hal-hal yang membawamu semakin dekat ke arah tujuan itu.

Dikutip dari buku 101,5 Inspirasi Kecerdasan Emosional Anak Muda.
Karya :Anthony Dio Martin 

Jumat, 21 Oktober 2011

"Akar" Ketakutan Hidup

   Dalam The Book of The List ada salah satu bagian yang menarik mengenai daftar hal-hal yang paling ditakuti orang. Ternyata, salah satu hal yang masuk dalam daftar urusan tertinggi adalah ketakutan dalam melakukan presentasi. Ketakutan ini ternyata jauh lebih tinggi daripada kematian atau ketakutan-ketakutan lainnya.
    Dengan kata lain, nggak heran kalau ada orang yang bilang, "Mendingan saya mati, daripada disuruh bicara di depan umum." Namun, kalau dirunut dan dianalisis lebih jauh, pertanyaannya adalah, "Apakah itu yang betul-betul kita takutkan? Ataukah ada sesuatu yang lain?" Misalnya, Ari mengakui bahwa ia punya ketakutan kalau disuruh gurunya bicara di depan kelas. Keringat dinginnya akan keluar dan kalimatnya menjadi terbata-bata. Apakah itu masalahnya?
   Ternyata ketika dirunut lebih jauh, banyak ketakutan yang akarnya berasal dari masalah lain. Misalnya, ketakutan ari sebenarnya berakar pada ketakutannya untuk membuat kesalahan dan ditertawakan. Oleh karena berbicara di depan kelas, membuatnya rentan untuk bikin salah dan ditertawakan. Jadilah, ia takut untuk berbicara di depan kelas. Begitu pula ada orang yang takut berkenalan dan berbicara dengan orang baru, apalagi lawan jenis. Setelah dirunut masalahnya, ia takut ditolak dan bingung karena tidak tahu harus mengatakannya. 
 Harus diakui memang ada banyak ketakutan dalam hidupmu yang akarnya berasal dari ketakutan lain.
   Cobalah jujur dan peka dengan kondisimu. Ketika kamu takut, khawatir, atau cemas melakukan sesuatu, apakah kamu sadar akan adanya ketakutan lain yang lebih mendasar? Sadarilah hal itu dan cobalah untuk mengatasinya. Ketika hal yang mendasar itu bisa diatasi maka masalah yang lebih besar juga akan teratasi. 
Dikutip dari buku 101,5 Inspirasi Kecerdasan Anak Muda
Karya : Anthony Dio Martin