Dalam The Book of The List ada salah satu bagian yang menarik mengenai daftar hal-hal yang paling ditakuti orang. Ternyata, salah satu hal yang masuk dalam daftar urusan tertinggi adalah ketakutan dalam melakukan presentasi. Ketakutan ini ternyata jauh lebih tinggi daripada kematian atau ketakutan-ketakutan lainnya.
Dengan kata lain, nggak heran kalau ada orang yang bilang, "Mendingan saya mati, daripada disuruh bicara di depan umum." Namun, kalau dirunut dan dianalisis lebih jauh, pertanyaannya adalah, "Apakah itu yang betul-betul kita takutkan? Ataukah ada sesuatu yang lain?" Misalnya, Ari mengakui bahwa ia punya ketakutan kalau disuruh gurunya bicara di depan kelas. Keringat dinginnya akan keluar dan kalimatnya menjadi terbata-bata. Apakah itu masalahnya?
Ternyata ketika dirunut lebih jauh, banyak ketakutan yang akarnya berasal dari masalah lain. Misalnya, ketakutan ari sebenarnya berakar pada ketakutannya untuk membuat kesalahan dan ditertawakan. Oleh karena berbicara di depan kelas, membuatnya rentan untuk bikin salah dan ditertawakan. Jadilah, ia takut untuk berbicara di depan kelas. Begitu pula ada orang yang takut berkenalan dan berbicara dengan orang baru, apalagi lawan jenis. Setelah dirunut masalahnya, ia takut ditolak dan bingung karena tidak tahu harus mengatakannya.
Harus diakui memang ada banyak ketakutan dalam hidupmu yang akarnya berasal dari ketakutan lain.
Cobalah jujur dan peka dengan kondisimu. Ketika kamu takut, khawatir, atau cemas melakukan sesuatu, apakah kamu sadar akan adanya ketakutan lain yang lebih mendasar? Sadarilah hal itu dan cobalah untuk mengatasinya. Ketika hal yang mendasar itu bisa diatasi maka masalah yang lebih besar juga akan teratasi.
Dikutip dari buku 101,5 Inspirasi Kecerdasan Anak Muda
Karya : Anthony Dio Martin

0 komentar:
Posting Komentar